Wednesday, September 16, 2026

Bank Digital Mana yang Bunga Tabungannya Menarik? Saya Coba Bandingkan Beberapa Pilihan

 

Saya awalnya cuma ingin mencari tempat untuk menyimpan uang. Tapi setelah melihat bunga, fitur, dan cara kerja masing-masing bank, ternyata pilihannya tidak sesederhana yang saya kira.



Saya mulai dari satu pertanyaan sederhana

Belakangan ini saya cukup sering melihat promosi bank digital.

Ada yang menawarkan bunga tabungan menarik. Ada yang punya deposito dengan bunga cukup tinggi. Ada juga yang menawarkan berbagai fitur untuk membantu mengatur uang.

Awalnya saya berpikir:

“Kalau sama-sama menyimpan uang, kenapa tidak pilih yang memberikan bunga paling tinggi?”

Ternyata setelah saya coba bandingkan, jawabannya tidak sesederhana itu.


Karena menurut saya, bunga bukan satu-satunya hal yang perlu dilihat.

Ada beberapa pertanyaan lain yang justru lebih penting:

  • Apakah uang bisa diambil kapan saja?
  • Ada biaya administrasi atau tidak?
  • Berapa minimal saldo?
  • Apakah bunganya berlaku untuk seluruh saldo?
  • Bagaimana dengan pajak bunga?
  • Apakah suku bunganya bisa berubah?
  • Dan yang tidak kalah penting, bagaimana dengan perlindungan LPS?

Dari sinilah saya mulai membandingkan beberapa pilihan bank digital.

1. Krom Bank — Menarik Kalau Fokusnya Mengejar Bunga



Kalau sebelumnya saya sudah membahas Krom secara khusus, kali ini saya memasukkannya sebagai salah satu pembanding.

Yang membuat Krom cukup menarik perhatian saya adalah tingkat bunga deposito yang relatif tinggi.

Namun, menurut saya ada satu hal yang harus diperhatikan.

Jangan hanya melihat angka bunga yang besar.

Kita tetap perlu melihat tenor, ketentuan pencairan, pajak, dan apakah bunga tersebut merupakan bunga reguler atau sedang dalam periode promo.

Buat orang yang memang memiliki dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat, deposito dengan bunga tinggi tentu menarik untuk diperhitungkan.

Tapi saya tidak akan langsung memindahkan semua uang ke deposito.

Kenapa?

Karena uang yang sudah masuk deposito memiliki tujuan yang berbeda dengan uang yang saya perlukan untuk kebutuhan sehari-hari.

Ada juga program Ajak Teman yang menurut saya cukup menarik bagi pengguna yang memang sudah menggunakan Krom.

🎁 Ada juga bonus referral Krom : MELV5EMI

Krom saat ini memiliki program referral atau Ajak Teman.

Caranya cukup sederhana. Pengguna Krom membagikan link atau kode referral kepada teman yang belum memiliki akun Krom.

Teman tersebut kemudian harus mendaftar menggunakan kode referral dan memenuhi ketentuan saldo yang ditetapkan.

Yang menarik, bonusnya tidak hanya satu nominal.

Berdasarkan ketentuan program Krom yang saya cek, teman yang diajak dapat memperoleh:

Rp50.000 jika memenuhi saldo minimum Rp300.000

atau

Rp150.000 jika memenuhi saldo minimum Rp2.000.000.

Saldo tersebut harus dipenuhi dalam periode pengisian yang ditentukan dan kemudian dipertahankan sesuai ketentuan program. Bonus juga baru diberikan setelah persyaratan terpenuhi.

Yang menarik bagi saya, pengajak juga bisa mendapatkan bonus dengan nominal yang sama jika referral berhasil memenuhi ketentuan.

Jadi secara sederhana:

Teman daftar → isi saldo → pertahankan saldo → teman mendapat bonus → saya juga berkesempatan mendapat bonus.

Tetapi tentu saja saya tidak menyarankan membuka rekening hanya karena bonus referral.

Kalau memang sedang mencari bank digital dengan produk yang sesuai kebutuhan, bonus referral bisa dianggap sebagai tambahan.

Kode referral Krom saya : MELV5EMI

Catatan: kode referral harus dimasukkan ketika proses pendaftaran. Program juga memiliki ketentuan mengenai sumber dana, saldo minimum, dan periode mempertahankan saldo.

2. Bank Jago — Menarik untuk yang Suka Mengatur Uang Berdasarkan Tujuan



Kalau Krom membuat saya tertarik dari sisi bunga deposito, Bank Jago justru menarik dari sisi cara mengatur uang.

Jago menggunakan konsep Kantong, sehingga uang bisa dipisahkan berdasarkan kebutuhan.

Misalnya saya membuat:

🏠 Kantong Rumah
🛒 Kantong Belanja
🚨 Dana Darurat
✈️ Dana Liburan
🎓 Dana Pendidikan

Menurut saya, konsep seperti ini cukup membantu.

Karena masalah menabung kadang bukan soal tidak punya uang.

Tetapi soal:

“Uang saya tercampur dengan uang untuk kebutuhan lain.”

Dengan memisahkan uang berdasarkan tujuan, saya merasa lebih mudah mengetahui mana uang yang boleh digunakan dan mana yang sebaiknya jangan disentuh.

Kebetulan ada promo referral Jago yang sedang saya gunakan

Nah, kalau Anda memang tertarik mencoba Jago, saya sekalian memasukkan informasi ini karena saya juga mempunyai kode referral Jago.

Kode referral saya: MEL1F18E

Program resmi Ajak Teman Jago yang berlaku saat ini berlangsung 1 Juli–31 Desember 2026. Pengguna baru yang mendaftar menggunakan kode referral dan memenuhi seluruh ketentuan bisa memperoleh bonus Rp50.000, dan pengajak juga bisa mendapatkan Rp50.000.

Tapi ada syaratnya.

Teman yang diajak perlu:

  1. Mendaftar Jago menggunakan kode referral.
  2. Mengisi saldo minimal Rp500.000 dalam satu transaksi.
  3. Pengisian saldo dilakukan maksimal 7 hari setelah akun aktif.
  4. Mempertahankan saldo tersebut selama 30 hari.
  5. Dana top-up harus berasal dari bank lain atau disebut sebagai fresh fund.

Jadi, jangan sampai hanya memasukkan kode referral lalu menganggap bonus otomatis masuk.

Ada beberapa tahapan yang memang harus dipenuhi.

Dan menurut saya, ini justru penting untuk ditulis secara terbuka supaya pembaca tidak salah memahami promo.

Kode referral Jago saya: MEL1F18E

Kalau memang sedang mencari bank digital untuk mulai memisahkan uang berdasarkan tujuan, Jago bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dibandingkan.


3. SeaBank — Menarik untuk yang Mengutamakan Kesederhanaan



Pilihan lain yang saya masukkan adalah SeaBank.

Untuk deposito, yang menurut saya perlu diperhatikan bukan hanya angka bunganya, tetapi juga aturan pencairannya.

Misalnya, apabila deposito dicairkan sebelum jatuh tempo, konsekuensinya terhadap bunga perlu diperhatikan.

Ini mengingatkan saya pada satu hal:

Jangan hanya melihat tulisan “bunga 6%”.

Kita juga harus membaca bagaimana aturan pencairannya.

Karena kalau suatu saat dana tersebut ternyata dibutuhkan lebih cepat, kondisinya bisa berbeda dari yang kita bayangkan.

🎁 SeaBank juga punya program referral

Selain produk tabungan dan deposito, SeaBank juga dikenal memiliki program Undang Teman.

Dalam skema referral yang saya temukan, pengguna yang mengajak teman bisa mendapatkan bonus, sementara pengguna baru juga berkesempatan memperoleh bonus setelah memenuhi persyaratan tertentu. Informasi yang tersedia menunjukkan skema Rp25.000 untuk pengajak dan Rp10.000 untuk teman, dengan contoh persyaratan menabung minimal Rp50.000 dan mempertahankan saldo selama 3 hari.

Menurut saya, ini cukup menarik jika memang ada teman atau keluarga yang sedang ingin membuka rekening SeaBank.

Kode referral SeaBank saya : L3UUB5

Nah, untuk bagian ini jangan dulu kita isi dengan kode dari internet.

Karena kode referral SeaBank merupakan kode personal, sebaiknya kita menggunakan kode referral SeaBank milik Anda sendiri yang terlihat di aplikasi.

Format di artikel nanti:

🎁 Kode Referral SeaBank: L3UUB5

Kemudian tambahkan:

Catatan: Besaran bonus, periode promo, kuota, dan persyaratan dapat berubah. Sebelum mendaftar, cek kembali menu Undang Teman/Promo di aplikasi SeaBank.

Ini menurut saya jauh lebih aman daripada mengambil kode referral orang lain dari situs internet

4. Bank Saqu — Menarik untuk yang Suka Menabung Berdasarkan Target



Bank Saqu juga cukup menarik untuk dibandingkan.

Salah satu hal yang saya perhatikan adalah konsep pemisahan uang berdasarkan tujuan.

Misalnya:

    Saku Dana Darurat

    Saku Liburan

    Saku Renovasi Rumah

    Saku Pendidikan

Buat saya, konsep seperti ini cukup masuk akal.

Karena menabung Rp1 juta sebenarnya terasa berbeda ketika kita mengatakan:

“Saya punya tabungan Rp1 juta.”

dibanding:

“Rp500 ribu untuk dana darurat, Rp300 ribu untuk liburan, dan Rp200 ribu untuk kebutuhan lainnya.”

Secara nominal sama.

Tetapi secara psikologis, cara mengelolanya berbeda.


Jadi, mana yang paling menarik?

Setelah melihat beberapa pilihan, saya justru tidak ingin mengatakan:

“Bank A paling bagus.”

Karena kebutuhan setiap orang berbeda.

Kalau saya sederhanakan:

KebutuhanYang saya pertimbangkan

Mengejar bunga deposito    Krom

Mengatur uang berdasarkan tujuan    Jago / Bank Saqu

Menyimpan dana dengan akses digital sederhana    SeaBank

Memisahkan uang berdasarkan target    Jago / Bank Saqu

Dana yang belum akan digunakan    Pertimbangkan deposito

Dana kebutuhan sehari-hari    Tabungan yang mudah diakses

Ini bukan berarti satu bank pasti lebih baik daripada yang lain.

Justru menurut saya, yang lebih penting adalah mencocokkan produk dengan tujuan uang kita.


Tapi ada satu hal yang sering terlupakan

Misalnya saya mempunyai uang:

Rp10.000.000

Kemudian saya menemukan bank yang menawarkan bunga 8% p.a.

Sekilas terlihat menarik.

Tapi saya tidak boleh langsung berpikir:

“Wah, berarti dapat Rp800.000 setahun.”

Karena bunga biasanya masih perlu memperhitungkan pajak atas bunga, ketentuan produk, tenor, dan apakah suku bunga tersebut merupakan bunga normal atau bagian dari promo.

Sebagai contoh sederhana, jika Rp10 juta ditempatkan selama satu tahun dengan bunga bruto 8% p.a., bunga brutonya sekitar Rp800.000.

Jika dikenakan pajak bunga 20%, maka secara sederhana tersisa sekitar Rp640.000, sebelum memperhitungkan detail ketentuan produk.

Jadi, angka yang saya lihat di iklan belum tentu sama dengan uang yang akhirnya saya terima.

Saya akhirnya menggunakan cara sederhana ini

Daripada bertanya:

“Bank mana yang bunganya paling tinggi?”

saya lebih suka bertanya:

“Uang ini sebenarnya untuk apa?”

Kalau uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, saya membutuhkan akses yang mudah.

Kalau untuk dana darurat, saya membutuhkan akses cepat tetapi tetap terpisah.

Kalau uangnya memang belum akan digunakan dalam beberapa bulan, saya bisa mulai mempertimbangkan deposito.

Sedangkan kalau tujuan saya adalah membangun kebiasaan menabung, fitur pemisahan berdasarkan tujuan justru bisa lebih penting daripada selisih bunga beberapa persen.

Kesimpulan saya

Setelah membandingkan beberapa bank digital, saya menyadari satu hal:

Bank dengan bunga paling tinggi belum tentu menjadi bank yang paling cocok untuk saya.

Saya justru mulai membagi uang berdasarkan fungsinya.

Uang untuk kebutuhan → harus mudah diakses.

Uang untuk dana darurat → harus aman dan tidak mudah terpakai.

Uang yang belum dibutuhkan → bisa dipertimbangkan untuk deposito.

Dan yang paling penting:

Jangan sampai kita mengejar bunga tinggi tetapi lupa kapan uang tersebut akan kita butuhkan.

Karena tujuan menabung sebenarnya bukan sekadar mendapatkan bunga.

Tujuannya adalah membuat uang yang kita punya bekerja untuk kehidupan kita, bukan malah membuat kita kesulitan ketika membutuhkan uang tersebut.

Artikel Terkait : 


No comments:

Post a Comment

Sebagai pembaca yang baik, koment yah. Makasih