Showing posts with label Farmasi. Show all posts
Showing posts with label Farmasi. Show all posts

Monday, September 28, 2015

Mengenal Penelitian (Research), fungsi, dan Tahapannya


Hola Halo Teman-teman, berjumpa kembali ini. Kali ane maungebahas mengenai materi kuliah ane, setidaknya berbagi informasi buat teman-teman sekalain yang berminat untuk meneliti sesuatu. Ane akan bebrbagi materi tentang penelitian. tapi ingat yang jenis penelitian yang ane bakalan sharing ini lebih ke pengetahuan mengenai penelitian ilmiiah. Jadi jangan kaget juga kalo metode penelitian yang ane share ini sedikit berbeda ataupun berbeda banget dengan metode penelitian yang teman-teman lakukan.

Kita mulai saja, bye The way, teman-teman udah tau belum apa itu penelitian, Jadi Penelitian itu merupakan proses yang sistematik dan terarah tentang sesuatu subjek dalam rangka menemukan, gagasan atau fakta baru, ataupun merevisi fakta, teori, aplikasi, dan lain-lain, secara konsepnya kalo penelitian juga bisa berarti mencari jawaban atas suatu pertanyaan.

Adapun pengertian penelitian lain yang udah ane himpun, sebagai berikut :

Menurut Kerlinger :penelitian adalah proses pencarian tentang sesuatu yang sistematis , terkontrol / terkendali empiris (sesuai fakta) dan kritis tentang fenomena alam yang dipandu oleh teori dan hipotesa tentang hubungan yang kita perkirakan mengenai fenomena itu.

Penelitian juga sering disebut juga suatu aktivitas untuk mencari jawaban terhadap sesuatu yang belum diketahui. Lebih dari itu penelitian akan mencari penjelasan, perbandingan, hubungan, generaliasai, prediksi, dan teori tentang suatu fenomena alam. 

Wow lengkap banget tuh, jadi itu yah termasuk lingkup dari sebuah penelitian. walaupun secara sederhananya jika penelitian itu bertujuan untuk mencari jawaban. Berarti kalo gitu penelitian itu sudah ada dong sejak manusia ada? Ya pastilah karena manusia mempunyai hasrat atau rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Pastilah dengan adanya hasrat rasa ingin tahu yang besar,manusia kaan mencari tahu bagaimana mendapatkan jawaban itu. Hasrat dari manusia ini lama-lama kelamaan ada memuncul banyak pertanyaan yang semakin dalam atau semakin detail. Kita tidak bisa mengingkari bahwa semakin pesatnya teknologi dunia saat ini, adalah merupakan hasil dari penelitian yang berkelanjutan, dari yang sederhana terus berkembang menjadi semakin canggih.

Adapun fungsi dari penelitian, ane jelaskan nih sebagai berikut :

1. Pencandraan (description) : ilmu dan penelitian berfungsi untuk mengambarkan secara jelas dan cermat hal-hal yang dipersoalkan atau yang ingin diketahui manusia.

2. Menerangkan (explanation) : ilmu dan penelitian berfungsi menerangkan kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa-peristiwa.

3.Menyusun Teori ; Ilmudan Penelitian berfungsi menyusun dan menghubungkan hukum-hukum atau tata hubungan antara kondisi yang dengan kondisi yang lain ataua hubungan antara suatu peristiwa dengan peristiwa yang lainnya.

4.Meramalkan (prediction) : ilmu dan Penelitian bertugas membuat suatu prediksi, estimasidan proyeksi tentang peristiwa yang akan terjadi.

5.Mengendalikann : ilmu dan penelitian untuk melakukan tindakan-tindakan untk mengendalikan peristiwa-peristiwa atau gejala-gejala.

Fungsi dari sebuah penelitian bisa disimpulkan untuk memberikan Deskripsi, untuk menerangkan, membuat suatu teori, meramalkan suatu kejadian atau peristiwa, dan mengendalikan suatu kejadian.

Jika dilihat dari konsepnya penelitian itu dapat dibagi 2 :

1. Penelitian Murni (Pure Research), :Berdampak terhadap pengembangan ilmu itu sendiri.
2. Penelitian terapan (applied research) : dapat memberikan dan menghasil sesuatu yang bermanfaat terhadap kehidupan manusia.

Tapi jika dilihat keduanya mempunyai saling keterkaitan dimana sebelum terjadinya penelitian terapan, bisa di awali  sebuah penelitian murni.

Secara umum Tahapan Penelitian secara dapat di jelaskan sebagai berikut (penting buat kalian yang mau jadi penelitian).
a.      Identifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah.
b.     Penelaahan kepustakaan (literature Study)
c.     Perumusan Hipotesis
d.    Identifikasi dan klasifikasi variable-variabel yang akan diukur/dideskripsikan
e.    Pemilihan alat pengambilan data
f.     Penentuan sampel
g.     Pengumpulan data
h.    Pengolahan dan analisis/evaluasi data
i.       Interpretasi hasil atau penarikan kesimpulan

Tahapan-tahapan tersebut dapat digambarkan sistematis,dimana menerangkan dari awal sebelum melakukan penelitian sampai mendapatkan hasil.

Kesimpulan dari tahapan penelitiaan adalah diidentifikasi, ditelaah, dirumuskan,diidentfikasikan apa yang akan diukurm dipilh metodenya dari mulai alat, sampel dan cara pengumpulan datanya,mengolahnya, dan diambil kesimpulannya.


  Untuk melakukan sebuah penelitian kita juga harus memperhatikan kualitas dari penelitian tersebut, hal merupakan sebuah penunjang bagaimana nanti penelitian yang telah dilakukan dapat berguna atau tidak. Aspek-aspek kualitas penelitian yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
1.Kemanfaatan
2.Orisinalitas
3. Ketepatan metodelogi
4.Mengikuti dan memanfaatkan kemajuan ilmu dan teknologi
5.Kekritisan dan pengkajian
6.Pembatasan generalisasi
7.Keterbukaan
8.Efisiensi penggunaan sumber daya

Berarti aspektersbut bahwa penelitian harus memiliki manfaat, orisinal, tepat, mengikuti kemajuan jaman/teknologi, kritis, ruang lingkup penelitian jelas, terbuka, dan efisien.


Mungkin itu sementara yang dapat ane bagikan keteman-teman mengenai penelitian,nanti ane bakalan update lagi mengenai macam-macam penelitian ilmiah. Semoga berguna.


Thanks to Bpk. Prof. Yeyet Cahyati , materi kuliahnya sangat bermanfaat sekali

Mengenal Radiasi Elektromagnetik (REM)

Hola halo teman-teman, jumpa lagi hehhee. Kali ane mau ngebahas yang sedikit ilmiah walaupun nggak ilmiah-ilmiah banget. Jadi gini teman-teman pernah ngedengar istilah REM nggak? REM?  Apaantuh REM, REM motor? Bukan lah REM yang mau ane bahas ini adalah REM atau istilah kerennya Radiasi Elektromagnetik.Pernah dengar nggak tuh istilah itu. Ane duga teman-teman pasti sudah pada kenal sepertinya, Karena tiap hari kita nggak pernah lepas dari REM teman-teman.  Dimulai untuk telekomunikasi, Masak memasak maupun sinar matahari secara prinsip itu termasuk REM juga teman-teman.
Sebelum ngebahas REM (Radiasi Elektromagnetik),kitakenalan dulu ama gelombang?
Gelombang merupakan  gejala rambatan dari suatu usikan, gangguan, ataupun suatu getaran.

Berdasarkan medium rambatannya Gelombang dibagi dua 2 yah :
1.       Gelombang Mekanik, adalah suatu gelombang membutuhkan medium untuk perambatan, contohnya gelombang suara, membutuhkan udara untuk perambatannya. Jika tidak ada udara gelombang cahaya tidak dapat merambat.

2.       Gelombang Elektromagnetik adalag suatu gelombang yang tidak membutuhkan medium untuk Perambatannya. Contohnya gelombang cahaya, bisa merambat walaupun tanpa ada medium (zat Pelantara),

Udah jelas belum nih.

Jadi gelombang elektromagnetik itu nggak butuh zat pelantara (medium) yah buat merambat, ingat itu keywordnya. Hehhee
Kalo lebih ilmiah lagi, jadi gelombang Elektromganetik merupakan gelombang yang dihasilkan/dibentuk dari perbedaan medan magnet dan medan listrik, yang berurutan, dimana arah medan listrik dan medan magnet itu saling tegak lurus (Maxwell) berikut gambarnya



Jika dilihat digambar arah posisi arah medan listrik dan medan magnetic saling berlawan yah arahnya, jika medan listrik itu cenderung Horinzontal, sedangkan medan Magnet cenderung Vertikal, Tinggi maksimal arah medan listrik maupun medan magnet itu disebut Amplitude. Amplitude juga sering dikatakan bahwa jarak /simpangan terjauh dari titik kesetimbangan dalam gelombang. Puncak yang terbentuk itu merupakan Amplitude, sedangkan panjang gelombang (wavelength), merupakan jarak antara 2 puncak tersebut. Bias diliat digambar teman-teman. Atau sering dilambangkan dengan lambda (λ). Panjang gelombang pasti ada hubungan dengan frekuensi. Semakin panjang gelombangnya  berbanding terbalik dengan Frekuensinya yang semakin kecil, begitu juga sebaliknya.

Berdasarkan Panjang gelombangnya, Gelombang Elektromagnetik dibagi menjadi :
a.    Sinar Gamma (Ω) : panjang gelombang kurang 0,1 nm (nanometer), mempunyai frekuensi terbesar dengan rentang 1020-1025 Hz . SInar Gamma dihasilkan dari Peluruhan senyawa Radiaktif, dimana inti atom unsure yang tidak stabil, berubah menjadi inti unsure atom lain yang stabil, dengan memancarkan senyawa radioaktif.

b. Sinar X ( Xray) : panjang gelombang 0,1 – 1,0 nm, sering disebut dengan sinar Rontgen. Dihasilkan dari transisi electron diluar nucleus. Sinar X sering pakai untuk dunia kedokteran untukmelihat struktur tulang maupun diagnosis.

c.Sinar UV (ultra Violet) : panjang  gelombang 190-380nm. Dihasilkan dari transisi electron didalam orbit atom, sering kita dengan jika sinar matahari menghasilkan sinar UV.

d.Sinar Tampak (Visible) : panjang Gelombang 380 -900 nm. Merupakan Gelombang Elektromagnetik yang dapat dilihat dan biasanya dapat kita lihat tingkatan warna MeJiKuHiBiNiU.

e.Sinar Infra Red (IR) : panjang gelombang 2,5 – 25 mikrometer. Gelombang ini mempunyai frekuensi 1011 – 1014  Hz

f. Mikrowave (gelombang Mikro) ; panjang Gelombang 0,04 – 25 cm. dihasilkan dari rangkai listrik yang sering disebut dengan Isolator. Frekuensi gelombangnya 1010 Hz.

g.Gelombang Radio :panjang gelombang 0,25 -18,5 meter. Merupakan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang terbesar akan tetapi frekuensinya paling kecil. Gelombang radio sering dimanfaat untuk telekomunikasi.



Adapun sifat dan karakter gelombang Elektromagnetik adalah sebagai berikut :
      1. Gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang tanpa medium
      2.  Merupakan gelombang transversal
    3. Dapat mengalami polarisasi, pemantulan (refleksi), pembiasan (refraksi), interferensi, juga dapat mengalami lenturan atau hamburan (difraksi).
   4. Berdasarkan perhitungan Maxwell, kecepatan gelombang elektromagnetik diruang hampa adalah sebesar 3 x 10m/s yang nilainya sama dengan laju cahaya terukur.

Mungkin itu sementara pemamparan ane mengenai Radiasi Elektromagnetik. Nanti akan perjelas lagi mengenai kegunaan dan aplikasi masing gelombang elektromagnetik terhadap kehidupan sehari-hari.


Buat rekan yang ingin sharing mengenai hal bisa langsung koment dibawah ini yah,mari kita bertukar ilmu. 

Sunday, September 6, 2015

Kisi-Kisi Soal Tes Masuk Program Profesi Apoteker Institut Teknologi Bandung (ITB)

Pada kesempatan ini ane mau berbagi buat teman sekalianyang berminat untuk masuk Program Profesi Apoteker Institut Teknologi Bandung (ITB). biar jadi rekan sejwat ane (hehehe) Pengalaman ane bisa dibilang kalo Sekolah Farmasi ITB mempunyai Kualifikasi yang bagus dalam menjaring calon-calon mahasiswa Apoteker. Jika di kampus lain menerapkan sistem Kuota untuk penerimaanya nampaknya SF ITB lebih mengeutamakan Passing Grade (kualitas) dari kuantitas. Buktinya ane pernah ngeliat pas pengumuman Hasil tes dari sekitar 30 orang yang ikut tes palingan cuma 5 orang yang lulus, wow amazing pokokna mah !!!! maklum ane sering lewat dan mondar mandir di gedung fakultas SF.

Iseng-iseng ane fotoin tuh kisi-kisi soal buat ujian tes masuknya, niatannya sih uat berbagi ke teman-teman sekalian yang memang berminat untuk masuk Program Profesi Apoteker ITB. Kisi-kisi soalnya ini dibagi menjadi 5 Bidang Keilmuan yaitu Biologi Farmasi, Farmakokimia, Farmasetika, Farmakologi, dan Farmasi Klinik, Jadi kalo pengen masuk harus lulus kualifikasi dari 5 BK ini harus tercapai yah teman-teman 

berikut Kisi-kisinya teman-teman ( format foto) :


Farmakokimia

Farmasetika


Farmasetika - steril



Tips 
1. persiapkan diri untuk belajar beberapa bulan sebelumnya tes, jadi pas sebelum hari H tes kawan-kawan tinggal merecalling aja materinya, jangan dengan sistem kebut selamam (SKS) bakalan kebalakan. Biasanya penerimaan untuk Program profesi diadakan 2 kali setahun,(bulan Agustus -September dan Januari - Februari) sering-sering berkunjung ke situs resmi SF ITB untuk mendaptkan informasi mengenai pendaftaran.

2. Kerjakan lah soal yang gampabg terlebih dahulu, kalian akan diberikan 5 jenis soal dari masing-masing bidang keilmuan, ada yang essay,plihan ganda, dan jawaban singkat.

3. Dengar-dengar untuktes sekarang ada wawancaranya,penting buat kalian untuk melatih kemampuan kalian dalam berkomunikasi lisan, Intinya untuk tes wawancara ini lebih ke melihat kemampuan dan keyakinan dari diri kita dalam melanjutkan program profesi nanti.

4.cukup Itu dulu yah hehhe.

Semoga Artikel  berguna, terutama teman-teman yang berada diluar kota Bandung yang berminat masuk Program Profesi Apoteker ITB .Kritik dan pertanyaan silakan teman-teman sampaikan saja, Insya Allah ane bisa bantu, semoga sukses buat tesnya yah teman-teman. 

Saturday, May 10, 2014

Mikroorganisme Penyebab Bau Badan



A.  Staphylococcus aureus
1.      Infeksi
      Infeksi oleh jenis bakteri ini yang terutama menimbulkan penyakit pada manusia dengan tanda – tanda yang khas antara lain peradangan, nekrosis dan pembentukan abses. Infeksi ini dapat terjadi pada setiap jaringan dan alat tubuh, umumnya bakteri ini menimbulkan penyakit yang bersifat sporadik bukan endemik.

2.      Morfologi dan identifikasi
      Bakteri berbentuk sferis, bila menggerombol dalam susunan yang tidak teratur mungkin sisinya agak rata karena tertekan. Diameter antara 0,8 – 1,0 µ. Bakteri ini tidak bergerak , tidak berspora dan termasuk golongan gram positif.

3.      Pertumbuhan dan pembenihan
      Jenis-jenis Staphylococcus di laboratorium tumbuh dengan baik pada suhu 37°C, suhu pertumbuhan optimum ia1ah 35°C. Pertumbuhan terbaik dan khas ialah pada suasana aerob, bakteri ini pun bersifat anaerob fakultatif. Dapat tumbuh dalam udara yang hanya mengandung hidrogen dan pH optimumnya 7,4. Pada lempeng agar, koloninya berbentuk bulat, diameter 1 - 2 mm, cembung, buram, mengkilat dan konsistensinya lunak. Warna khas ialah kuning keemasan, hanya intensitas warnanya dapat bervariasi.

4.      Daya tahan bakteri
      Di antara semua bakteri yang tidak berbentuk spora, maka Staphylococcus aureus termasuk jenis bakteri yang paling kuat daya tahannya. Pada agar miring dapat tetap hidup sampai berbulan-bulan, baik dalam lemari es maupun pada suhu kamar. Dalam keadaan kering pada benang, kertas kain, dan dalam nanah dapat tetap hidup selama 6 - 14 minggu.

5.      Patogenesis
      Staphylococcus bersifat invasif, penyebab hemolisis, membentuk koagulasa, mencairkan gelatin, membentuk pigmen kuning emas, dan meragi manitol.
6.      Patologi
      Peradangan setempat merupakan sifat khas dari infeksi Staphylococcus. Dari fokus ini bakteri bakteri akan menyebar ke lain bagian tubuh lewat pembuluh getah bening dan pembuluh darah, sehingga peradangan dari vena dan trombosis pun merupakan hal yang biasa.

B.  Candida albicans
Candida albicans termasuk kelompok khamir dengan morfologi yang khas. Dibandingkan dengan bakteri maka sel khamir lebih besar, ukuran khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri, yang terbesar khamir sangat beragam ukurannya, berkisar antara 1 sampai 5 µm, lebarnya dan panjangnya dari 5 sampai 30 µm atau lebih. Secara umum berbentuk telur akan tetapi ada yang berbentuk bola bahkan memanjang. Menimbulkan suatu keadaan penyakit pada selaput lendir mulut, vagina dan saluran pencemaan.

Candida albicans tergolong fungi dari kelas ascomycetes yang dapat menyebabkan suatu infeksi yang jauh lebih gawat pada jantung (endokarditis), darah (septisemia), dan otak (meningitis). Selain sebagai patogen, mikroorganisme ini dapat berperan sebagai saprofit pada selaput-selaput lendir tanpa menyebabkan penyakit. Pada dasarnya mikroorganisme ada secara normal tetapi bila lingkungan mendukung dan inang dalam keadaan ini sakit maka mikroorganisme ini dapat meningkat jumlahnya dan menginfeksi.

Deodoran



Deodoran adalah sediaan topikal yang mengandung zat-zat antibakteri yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri dan aktivitas dekomposisinya. Sediaan topikal deodoran dapat dijumpai dalam berbagai bentuk seperti :

1.   Deodoran tabur (powder), dapat digunakan talk sebagai basis dengan zat aktif asam borat, seng oksida, heksaklorofen, dan lain-lain.

2.   Deodoran cair, biasanya digunakan dengan cara disemprotkan (spray) untuk cairan yang encer atau dengan cara roll on. Zat aktif untuk cairan yang kental, yang digunakan biasanya garam-garam ammonium kuartener seperti hiamin, derivat fenol terklorinasi seperti heksaklorofen dengan basis alkohol atau air.

3.   Deodoran krim, dengan zat aktif heksaklorofen, fenolsulfonat, seng oksida dalam basis vanishing cream.

4.   Deodoran stik (batang), dengan zat aktif heksaklorofen atau tribromosalisilanilid dalam basis alkohol berlemak.

  Senyawa antibakteri yang banyak digunakan dalam sediaan deodorant antara lain adalah heksaklorofen. Senyawa ini populer sebagai antiseptik terhadap bakteri flora kulit karena tidak menyebabkan iritasi dan aktivitas antibakterinya dapat mencegah multifikasi bakteri yang baru. Senyawa antibakteri antara lain yang sering terdapat dalam deodoran adalah TMTD (Tetramethyl thiuram disulphide) atau TCC (3, 4, 4 -Trichlorocarbanilide). Antibiotik, seperti neomisin juga sering digunakan dalam pembuatan deodoran (Harry, 1982).

Antiperspiran
Mekanisme kerja antiperspirant antara lain dengan menutup pori-pori mulut kelenjar keringat dengan mengunakan zat yang bersifat astringen, sehingga dapat mengurangi keluarnya keringat yang berlebihan atau mengunakan zat-zat yang bekerja secara sistemis. Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai astringen adalah garam-garam alumunium klorida, alumunium klorhidroksida kompleks, alumunium fosfat, alumunium sulfamat, alumunium sulfat, alumunium titanium laktat, dan natrium alumunium laktat.

Streptococcus mutans



Streptococcus mutans merupakan bakteri gram positif, bersifat nonmotil (tidak bergerak), bakteri anaerob fakultatif. Memiliki bentuk kokus yang sendirian berbentuk bulat atau bulat telur dan tersusun dalam rantai. Bakteri ini tumbuh secara optimal pada suhu sekitar 18º- 40º C. Streptococcus mutans biasanya ditemukan pada rongga gigi manusia yang luka dan menjadi bakteri yang paling kondusif menyebabkan karies untuk email gigi (Nugraha, A.W, 2005).

Streptococcus mutans adalah bakteri bersifat asidogenik yaitu menghasilkan asam, asidodurik, mampu tinggal pada lingkungan asam, dan menghasilkan suatu polisakarida yang lengket disebut dextran. Oleh karena kemampuan ini, Streptococcus mutans bisa menyebabkan lengket dan mendukung bakteri lain, pertumbuhan bakteri asidodurik yang lainnya, dan asam melarutkan email gigi (Nugraha, A.W, 2005).

2.9.2    Klasifikasi Bakteri

Bakteri Streptococcus mutans dapat diklasifikasi sebagai berikut :
Kingdom    :  Monera
Divisio       :  Firmicutes
Class          :  Bacilli
Order         :  Lactobacilalles
Family        :  Streptococcaceae
Genus         :  Streptococcus
Spesies       :  Streptococcus mutans

                                           Penyakit Yang Ditimbulkan

Penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri ini adalah penyakit karies gigi, beberapa hal yang menyebabkan karies bertambah parah adalah seperti gula, air liur, dan juga bakteri pembusuknya. Setelah memakan sesuatu yang mengandung gula, terutama adalah sukrosa, dan bahkan setelah beberapa menit penyikatan gigi dilakukan, glikoprotein yang lengket (kombinasi molekul protein dan karbohidrat) bertahan pada gigi untuk mulai pembentukan plak pada gigi. Pada waktu yang bersamaan berjuta-juta bakteri yang dikenal sebagai Streptococcus mutans juga bertahan pada glycoprotein itu. Walaupun, banyak bakteri lain yang juga melekat, hanya Streptococcus mutans yang dapat menyebabkan rongga atau lubang pada gigi (Nugraha, A.W, 2005).

Pada langkah selanjutnya, bakteri menggunakan fruktosa dalam suatu metabolisme glikolisis untuk memperoleh energi. Hasil akhir dari glikolisis di bawah kondisi anaerobic adalah asam laktat. Asam laktat ini menciptakan kadar keasaman yang ekstra untuk menurunkan pH yang sejumlah tertentu untuk menghancurkan zat kapur fosfat di dalam email gigi mendorong ke arah pembentukan suatu rongga atau lubang (Nugraha, A.W, 2005).

Streptococcus mutans ini mempunyai suatu enzim yang disebut glukosil transferase di atas permukaannya yang dapat menyebabkan polimerisasi glukosa pada sukrosa dengan pelepasan dari fruktosa, sehingga dapat mensintesa molekul glukosa yang memiliki berat molekul yang tinggi yang terdiri dari ikatan gluko alfa (1-6) dan alfa (1-3). Pembentukan alfa (1-3) ini sangat lengket, sehingga tidak larut dalam air. Hal ini dimanfaatkan oleh bakteri streptococcus mutans untuk berkembang dan membentuk plak pada gigi (Nugraha, A.W, 2005).

Enzim yang sama melanjutkan untuk menambahkan banyak molekul glukosa ke satu sama lain untuk membentuk dextran yang mana memiliki struktur sangat mirip dengan amylose dalam tajin. Dextran bersama dengan bakteri melekat dengan erat pada gigi enamel dan menuju ke pembentukan plak pada gigi. Hal ini merupakan tahap dari pembentukan rongga atau lubang pada gigi (Nugraha, A.W, 2005).

Metode Pengujian Senyawa Antibakteri



             Metode pengujian antibakteri yang umum dilakukan adalah metode pengenceran dan metode difusi (Hugo, 2005).
            
             2.8.1     Metode Pengenceran

                         Metode ini biasa digunakan untuk menentukan Konsentrasi Hambat minimum (KHM) dari suatu senyawa antibakteri, berdasarkan ada atau tidaknya pertumbuhan bakteri uji. Metode pengenceran dapat dilakukan dengan cara pengenceran tabung (turbidimetri) dan dilusi padat.

1.       Metode pengenceran tabung (turbidimetri)
         Pada metode ini, senyawa antibakteri yang akan diuji aktivitasnya, diencerkan dalam suatu media cair menjadi beberapa konsentrasi yang diinginkan, lalu diinokulasi bersama bakteri uji kemudian diinkubasi pada suhu 37º C selama 18-24 jam. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) senyawa antibakteri ditentukan dengan mengamati terhambatnya pertumbuhan bakteri pada beberapa konsentrasi tersebut (Hugo, 2005).

2.      Metode dilusi padat atau dilusi agar
         Pada metode ini, senyawa antibakteri diencerkan dengan media agar cair yang dicairkan pada suhu ± 50º C, kemudian dimasukkan ke dalam cawan petri dan dibiarkan sampai memadat. Pada media padat tersebut diinokulasikan bakteri uji, kemudian diinkubasi pada suhu 37º C selama 18-24 jam. Konsentrasi Hambat minimum (KHM) ditentukan dengan mengamati terhambatnya pertumbuhan bakteri pada berbagai konsentrasi senyawa antibakteri yang digunakan (Hugo, 2005).

2.8.2     Metode Difusi

             Pada metode ini, senyawa yang akan diuji aktivitas antibakterinya akan berdifusi ke dalam media agar yang telah diinokulasi bakteri uji. Ada atau tidaknya pertumbuhan bakteri merupakan dasar dari metode ini.

1.             Metode Cakram (Disc Method)
Kertas cakram yang berisi senyawa antibakteri dengan konsentrasi tertentu diletakkan pada media agar yang telah diinokulasi bakteri uji, kemudian diinkubasi pada suhu 37º C selama 18-24 jam. Selanjutnya zona bening yang terbentuk di sekitar cakram diamati (Hugo, 2005).

2.             Metode Sumur (Hole Method)
Media agar yang telah diinokulasi bakteri uji, dilubangi menggunakan perforator dengan diameter tertentu. Setiap lubang diisi dengan konsentrasi tertentu larutan senyawa antibakteri, kemudian diinkubasi pada suhu 37º C selama 18-24 jam. Selanjutnya diamati zona bening yang terbentuk di sekitar lubang.

Faktor yang dapat mempengaruhi daya hambat suatu antibakteri terhadap mikroorganisme diantaranya kepadatan populasi mikroorganisme, kepekaan bakteri terhadap senyawa antibakteri terhadap mikroorganisme, konsentrasi senyawa antibakteri yang digunakan, suhu, dan kandungan bahan organik (Hugo, 2005).

Artikel Terkait :

Antibakteri

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Antibakteri


Faktor yang mempengaruhi aktivitas antibakteri in vitro berikut ini harus dijadikan pertimbangan, karena akan mempengaruhi hasil uji yaitu :

A.  pH Lingkungan
      Obat antibakteri yang lebih aktif pada pH asam adalah nitrofurantoin sedang pada pH alkali adalah aminoglikosida dan sulfonamid (Jawetz, 2004).

B.   Komponen media
      Natrium polianetolsulfonat (Sodium polyanetholsulfonate = SPS) dan deterjen anion lain menghambat aminoglikosida. PABA dalam ekstrak jaringan menurunkan aktifitas sulfonamid (Jawetz, 2004).

C.   Ukuran inokulum
      Pada umumnya makin besar inokulum bakteria, makin kurang tingkat kepekaan organisme. Populasi bakteri yang besar lebih sulit dihambat dibanding populasi yang kecil, sebagai tambahan mutan resisten lebih sering muncul pada populasi yang besar (Jawetz, 2004).

D.  Stabilitas obat
      Pada suhu inkubasi, beberapa gen antibakteri kehilangan aktivitasnya. Klortetrasiklin inaktif dengan cepat dan penisilin lebih lambat, dimana aminoglikosida, kloramfenikol dan siprofloksasin cukup stabil pada periode yang panjang (Jawetz, 2004).

E.   Waktu inkubasi
      Pada beberapa contoh, mikroorganisme tidak dimatikan tapi hanya dihambat dalam pemaparan singkat dengan antibakteri. Inkubasi lebih lama yang terus menerus memberi kesempatan yang lebih besar bagi mutan resisten untuk tumbuh dan membentuk populasi yang resisten. Perbanyakan bakteri resisten semakin meningkat sehingga semakin menurunkan aktivitas antibakteri selama inkubasi (Jawetz, 2004).

Artikel Terkait :
Antibakteri
Metode Pengujian Senyawa Antibakteri

Antibakteri


Antibakteri adalah zat yang dibentuk oleh mikroorganisme, hewan, tumbuhan tinggi ataupun secara sintetik yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan mikroorganisme lain, dan tidak toksik bagi inang (Mc. Kane, 1986).

             Ada empat mekanisme kerja antibakteri yaitu :
A.  Mengganggu metabolisme sel bakteri
      Bakteri membutuhkan asam folat untuk kelangsungan hidupnya. Berbeda dengan mamalia yang mendapatkan asam folat dari luar, karena itu untuk kelangsungan hidupnya maka bakteri patogen harus mensintesis sendiri asam folat dari asam para amino benzoat (PABA). Antibakteri untuk kelompok ini adalah sulfonamid, apabila sulfonamid menang untuk bersaing dengan PABA untuk diikutsertakan dalam pembentukan asam folat, maka terbentuk analog asam folat yang nonfungsional. Akibatnya, kehidupan bakteri akan terganggu (Ganiswara, 1995).

B.   Menghambat sintesis dinding sel
      Dinding sel bakteri terdiri dari peptidoglikan, yaitu suatu kompleks polimer dari senyawa amino dan gula. Sefalosporin dan penisilin menghambat sintesa lengkap dari polimer yang spesifik bagi bakteri. Bila sel tumbuh dan plasmanya bertambah atau menyerap air dengan cara osmosis, maka dinding sel yang tidak sempurna akan pecah dan bakteri mati (Tjay dan Kirana, 2002).

C.   Menghambat sintesis protein sel bakteri
      Sintesis protein berlangsung di ribosom 30S dan 50S. Untuk berfungsi pada sintesis protein, kedua komponen ini akan bersatu pada pangkal rantai m-RNA menjadi ribosom 70S. Penghambatan sintesis protein dapat dengan berbagai cara, salah satunya berkaitan dengan ribosom 30S dan menghalangi masuknya komplek t-RNA asam amino pada lokasi asam amino (Ganiswara, 1995).

D.  Mengganggu permeabilitas membran sel bakteri
      Antibakteri yang termasuk dalam kelompok ini salah satunya adalah polimiksin. Polimiksin sebagai senyawa amonium kuartener dapat merusak membran sel setelah bereaksi dengan fosfat pada fosfolipid membran sel mikroba (Ganiswara, 1995).

Artikel Terkait :


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Antibakteri







Kulit dan Lapisannya


Kulit
Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar, berfungsi untuk membatasinya dengan lingkungan hidup manusia (Djuanda, 1993). Kulit merupakan organ yang esensial dan vital, serta dapat merupakan cermin bagi kesehatan dari kehidupan seseorang. Jenis kulit sangat kompleks, elastis dan sensitif, bervariasi tergantung pada iklim, umur, ras, dan lokasinya (Wirakusumah, 1997).

Kulit terletak dibagian luar tubuh, dengan luas kurang lebih 1,5 m dan beratnya sekitar 15 % berat badan. Kulit merupakan struktur fibrosa elastis yang rumit, yang berhubungan dengan organ dalam tubuh melalui jaringan ikat di dermis yang kaya pembuluh darah, pembuluh limfe, dan serat.

Kulit ada yang halus dan ada yang kasar, ada yang berambut dan ada yang tidak berambut, ada yang tipis dan tebal. Umumnya permukaan kulit ekstensor atau dorsal lebih kasar. Kulit mempunyai lipatan yang disebut garis Langer dengan serabut kolagen dibawahnya. Kulit kepala seperti juga kulit yang lain, dapat dibagi menjadi epidermis, dermis atau korium, dan subkutis atau hipodermis. (Wasitaatmadja, 1997).

 Lapisan - Lapisan Pada Kulit
a.         Lapisan Epidermis 
Epidermis merupakan lapisan kulit yang paling luar, dengan tebal 0,16 mm pada pelupuk mata, dan 0,8 mm pada telapak tangan dan kaki. Epidermis berfungsi sebagai sawar dasar dari kulit terhadap kehilangan air, elektrolit, dan nutrisi lain dari tubuh, serta penetrasi air atau substansi asing dari luar. Epidermis juga dapat mencegah atau menghambat kehilangan air dari tubuh, hingga semua jaringan lain dapat terjaga keseimbangan dinamisnya dengan lingkungan (Anief, 1997).

Epidermis terdiri atas lima lapisan, yaitu :
1.      Stratum corneum (lapisan tanduk),yaitu lapisan kulit paling luar yang terdiri atas beberapa lapis sel-sel gepeng yang mati, tidak berinti, dan protoplasmanya telah berubah menjadi keratin atau zat tanduk

2.      Stratum lucidum (daerah sawar) terdapat langsung dibawah stratum korneum. Terdiri dari lapisan sel-sel gepeng tanpa inti dengan protoplasma yang telah berubah menjadi protein dan eleidin yang dapat berubah menjadi keratin. Lapisan ini terlihat jelas pada telapak tangan dan kaki. 

3.      Stratum granulosum (lapisan keratohialin) merupakan 2 atau 3 lapisan sel gepeng dengan sitoplasma berbutir kasar dan inti sel terdapat diantaranya. Butir-butir kasar ini terdiri atas keratohialin, dan tampak jelas di telapak tangan dan kaki. 

4.      Stratum spinosum (lapisan Malpighi) terdiri atas beberapa lapis sel berbentuk poligonal dengan ukuran yang bermacam-macam akibat dari proses mitosis.  Protoplasmanya jernih karena banyak mengandung glikogen dan inti selnya terletak di tengah. Sel-sel ini makin dekat ke permukaan kulit bentuknya berubah menjadi makin gepeng. 

5.      Stratum basalis terdiri atas sel-sel berbentuk kubus (kolumnar) yang tersusun vertikal, dan berbaris seperti pagar (palisade). Lapisan ini merupakan dasar dari epidermis, yang berkembang secara mitosis (Wasitaatmadja, 1997).

b.         Dermis
Dermis atau korium, kutis, atau true skin mempunyai tebal 3-5 mm. Merupakan anyaman serabut kolagen dan elastin, yang bertanggung jawab untuk menentukan sifat-sifat penting dari kulit. Pada dermis terdapat pembuluh darah, pembuluh limfe, rambut, kelenjar lemak (sebasea), kelenjar keringat, otot dan serabut saraf serta korpus Pacini. Pada daerah atas dari dermis terdapat papillae yang membentuk lapisan papil yang berhubungan dengan epidermis. Pada lapisan dermis terdapat ujung-ujung dari pembuluh syaraf yang dapat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang terjadi, seperti perubahan suhu, adanya aplikasi anestetika lokal, atau adanya iritasi (Anief, 1997). Lapisan ini terdiri atas :  Pars papilaris, yaitu bagian yang menonjol ke dalam epidermis, berisi ujung serabut saraf dan pembuluh darah dan Pars retikularis, yaitu bagian bawah dermis yang berhubungan dengan subkutis, terdiri atas serabut penunjang kolagen, elastin dan retikulin.  

c.         Hipodermis (subkutis)
Lapisan ini merupakan kelanjutan dermis, terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak di dalamnya. Sel lemak merupakan sel bulat, besar, dengan inti terdesak ke pinggir karena sitoplasma lemak yang berjumlah banyak. Lapisan sel lemak disebut panikulus adiposus, berfungsi sebagai cadangan makanan. Di lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi, pembuluh darah, dan saluran getah bening. Tebal jaringan lemak tidak sama tergantung pada lokasinya, seperti di abdomen 3 cm, sedangkan di daerah kelopak mata dan penis sangat tipis. Lapisan lemak ini juga berfungsi sebagai bantalan (Wasitaatmadja, 1997).