Disclaimer: Artikel ini merupakan pengalaman dan opini pribadi saya sebagai pengguna. Kode referral yang saya cantumkan merupakan kode referral pribadi saya. Syarat, bunga, promo, dan ketentuan Krom dapat berubah sewaktu-waktu, jadi tetap cek informasi terbaru sebelum melakukan transaksi.
Awalnya Saya Cuma Penasaran dengan Krom
Belakangan ini saya cukup sering melihat bank digital menawarkan bunga tabungan dan deposito yang lumayan menarik.
Salah satunya adalah Krom Bank.
Awalnya saya juga tidak langsung tertarik. Namanya mungkin belum sebesar bank-bank yang sudah sangat familiar di telinga kita. Tapi setelah mencoba sendiri aplikasinya, melihat fitur-fiturnya, dan terutama mencoba fasilitas depositonya, saya mulai paham kenapa Krom cukup menarik untuk orang yang ingin mengatur uang dengan lebih fleksibel.
Yang paling menarik perhatian saya tentu saja adalah depositonya.
Saat saya melihat aplikasi Krom, ada pilihan Krom Flex dan Krom Max, dengan bunga deposito yang cukup kompetitif. Krom sendiri saat ini menampilkan bunga deposito hingga 8% per tahun, tergantung produk dan tenor yang dipilih.
Dan menurut saya, bagian ini cukup menarik untuk dibahas.
Krom Itu Seperti Apa?
Secara sederhana, Krom adalah bank digital yang memungkinkan berbagai aktivitas perbankan dilakukan langsung dari aplikasi.
Jadi kita tidak perlu datang ke kantor cabang hanya untuk melakukan hal-hal sederhana seperti transfer, top up, membuat tabungan, ataupun deposito.
Dari aplikasi yang saya gunakan, beberapa fitur yang tersedia antara lain:
- Tabungan utama
- Kantong tabungan
- Deposito berjangka
- Transfer
- Top up
- QRIS
- Pembayaran
- Kartu kredit
- E-wallet
- PLN
- BPJS
- Internet & TV
- dan beberapa layanan lainnya.
Salah satu hal yang saya suka adalah tampilannya cukup sederhana. Untuk penggunaan sehari-hari, saya tidak merasa harus membuka terlalu banyak menu hanya untuk mencari fitur tertentu.
Bagian yang Paling Menarik: Deposito Krom
Kalau ditanya fitur Krom yang paling membuat saya tertarik, jawaban saya adalah:
Deposito.
Kenapa?
Karena bagi saya deposito bukan sekadar mencari bunga tinggi, tetapi bagaimana uang yang memang belum akan digunakan bisa "diparkir" sementara supaya tetap menghasilkan.
Misalnya kita mempunyai uang Rp100 juta yang memang belum diperlukan dalam beberapa bulan ke depan.
Daripada seluruhnya hanya diam di rekening, sebagian bisa ditempatkan ke deposito sesuai tujuan dan tenor yang kita pilih.
Dan di sinilah saya merasa Krom cukup menarik.
Krom Flex vs Krom Max
Di Krom terdapat dua pilihan deposito yang cukup menarik, yaitu Krom Flex dan Krom Max.
1. Krom Flex
Krom Flex lebih cocok untuk orang yang ingin mendapatkan bunga deposito tetapi masih menginginkan fleksibilitas.
Dari informasi yang ditampilkan Krom, Krom Flex memiliki pencairan yang lebih fleksibel dan tetap memberikan bunga sesuai ketentuan yang berlaku.
Jadi menurut saya, ini lebih cocok untuk dana yang mungkin sewaktu-waktu masih ada kemungkinan dibutuhkan.
2. Krom Max
Nah, kalau Krom Max, konsepnya lebih cocok untuk dana yang memang ingin kita simpan sampai jatuh tempo.
Keuntungannya adalah bunga yang ditawarkan lebih tinggi pada tenor tertentu.
Sebagai contoh, pada simulasi yang saya lihat, untuk dana Rp100 juta selama 12 bulan, Krom Max memberikan bunga 8% p.a.
Artinya secara sederhana:
Rp100.000.000 × 8% = Rp8.000.000 bunga kotor per tahun.
Angka aktual yang diterima tentu mengikuti ketentuan produk, pajak, dan ketentuan yang berlaku.
Krom sendiri mengumumkan bahwa mulai 1 Mei 2026, suku bunga Krom Max yang berlaku adalah 6,50% untuk 14 hari, 7,50% untuk 1 bulan, 7,50% untuk 3 bulan, 7,50% untuk 6 bulan, dan 8,00% untuk 12 bulan.
Saya Coba Simulasikan Rp100 Juta
Ini bagian yang menurut saya paling menarik.
Saya mencoba memasukkan nominal Rp100 juta ke dalam simulasi deposito Krom.
Hasilnya cukup menarik.
Tenor 12 bulan – Krom Max
| Bank lain | Krom Max | |
|---|---|---|
| Nominal | Rp100 juta | Rp100 juta |
| Tenor | 12 bulan | 12 bulan |
| Bunga | 3,50% | 8,00% |
| Estimasi bunga | Rp3,5 juta | Rp8 juta |
Dari simulasi tersebut terlihat selisihnya cukup besar.
Bukan berarti semua bank lain pasti memberikan bunga 3,50%, karena bunga dapat berubah dan setiap bank mempunyai ketentuan masing-masing.
Tetapi dari simulasi yang saya lihat di aplikasi, perbedaannya memang cukup terasa.
Dan jujur, kalau kita punya dana yang memang tidak digunakan dalam waktu dekat, angka seperti ini cukup membuat saya berpikir:
"Daripada uangnya cuma diam, kenapa tidak dibuat bekerja sedikit?"
Bagaimana Kalau Tidak Mau Mengunci Uang Selama Setahun?
Nah, ini juga yang menurut saya menarik.
Tidak semua orang nyaman mengunci uang selama 12 bulan.
Saya sendiri juga berpikir seperti itu.
Karena itu, saya melihat tenor yang lebih pendek juga cukup menarik.
Misalnya pada simulasi Rp100 juta selama 3 bulan, Krom Max menampilkan bunga 7,50% p.a.
Estimasi bunga yang muncul di aplikasi sekitar:
Rp1.849.315
Sedangkan pada simulasi bank lain yang dibandingkan aplikasi, estimasinya sekitar Rp863.013.
Jadi selisihnya sekitar:
Rp986.301.
Tentu saja ini merupakan simulasi, bukan janji keuntungan tetap. Suku bunga dapat berubah sesuai ketentuan bank.
Ada Juga Pilihan "Kantong"
Selain deposito berjangka, saya juga tertarik dengan fitur Kantong.
Menurut saya ini cukup berguna bagi orang yang suka memisahkan uang berdasarkan tujuan.
Misalnya:
- Kantong dana liburan
- Kantong dana pendidikan
- Kantong dana darurat
- Kantong pembayaran tertentu
- Kantong tabungan jangka pendek
Pada tampilan aplikasi saya, Kantong juga bisa mendapatkan bunga tertentu dan terdapat opsi Mode Boost dengan bunga yang lebih tinggi sesuai ketentuan.
Jadi konsepnya bukan hanya "punya satu rekening dan semua uang dicampur".
Kita bisa lebih mudah mengelompokkan uang sesuai tujuan.
Hal yang Saya Suka dari Krom
Setelah menggunakannya, ada beberapa hal yang menurut saya cukup menarik.
1. Bunga deposito kompetitif
Ini jelas menjadi salah satu alasan utama saya tertarik.
Krom saat ini menawarkan deposito hingga 8% p.a. pada produk dan tenor tertentu.
2. Bisa mengatur banyak Kantong
Buat saya ini menarik untuk pengelolaan uang.
Uang untuk kebutuhan A tidak harus bercampur dengan uang untuk kebutuhan B.
3. Tidak terasa seperti aplikasi bank yang "ribet"
Menu-menu utamanya cukup mudah ditemukan.
Untuk aktivitas seperti transfer, top up, pembayaran, dan melihat deposito, semuanya dilakukan melalui aplikasi.
4. Transfer dan top up gratis dengan kuota tertentu
Krom saat ini mempromosikan gratis transfer dan top up hingga 100 kali per bulan, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Bagi orang yang cukup sering melakukan transfer, menurut saya ini lumayan membantu.
5. Bisa melihat perkembangan deposito langsung dari aplikasi
Ini salah satu hal kecil yang justru saya suka.
Kita bisa membuka detail deposito dan melihat:
- nominal awal,
- tenor,
- suku bunga,
- estimasi bunga,
- saldo berjalan,
- tanggal jatuh tempo,
- sampai saldo akhir.
Jadi tidak perlu menerka-nerka.
Lalu, Apa Kekurangannya?
Saya tidak mau mengatakan Krom ini sempurna.
Menurut saya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Bunga bisa berubah
Ini hal yang menurut saya paling penting.
Jangan menganggap bunga yang kita lihat hari ini akan selalu sama selamanya.
Krom sendiri sudah beberapa kali melakukan penyesuaian suku bunga deposito. Jadi sebelum membuat deposito baru, sebaiknya cek kembali rate yang sedang berlaku.
2. Jangan asal memilih tenor
Kalau uang tersebut kemungkinan besar akan digunakan dalam waktu dekat, jangan hanya tergoda melihat angka bunga yang lebih tinggi.
Pilih tenor sesuai kebutuhan.
Karena bunga tinggi tidak selalu berarti pilihan terbaik kalau akhirnya uang tersebut justru kita perlukan sebelum waktunya.
Yang Menarik: Ada Program Ajak Teman
Nah, sekarang masuk ke bagian yang mungkin paling menarik bagi pembaca artikel ini. 😄
Krom mempunyai program Ajak Teman.
Jadi kalau kita mengajak teman mendaftar menggunakan kode referral, baik pengajak maupun orang yang diajak berkesempatan mendapatkan bonus sesuai ketentuan program.
Untuk kode referral saya:
MELV5EMI
Kalau memang sedang mencari alternatif bank digital dan tertarik mencoba Krom, boleh banget menggunakan kode tersebut saat melakukan pendaftaran.
Untuk program referral yang berlaku saat ini, pengguna baru dapat memperoleh bonus Rp50.000 atau hingga Rp150.000, tergantung saldo minimum dan terpenuhinya persyaratan program. Dana top up untuk program tersebut juga harus berasal dari bank lain, bukan dari Krom.
Jadi bukan sekadar:
Daftar → langsung dapat uang.
Ada proses dan ada syarat yang harus dipenuhi.
Menurut saya justru lebih baik kita tahu dari awal supaya tidak salah memahami promo.
Kalau Mau Daftar, Caranya Bagaimana?
Sederhana saja.
- Download aplikasi Krom.
- Buat akun.
- Masukkan kode referral: MELV5EMI
- Selesaikan proses verifikasi.
- Isi saldo dari rekening bank lain.
- Jika ingin, dana tersebut bisa dialokasikan ke tabungan atau deposito sesuai kebutuhan.
- Ikuti ketentuan program referral yang sedang berlaku.
Informasi resmi mengenai program referral bisa dicek langsung di halaman resmi Krom.
Satu Hal yang Menurut Saya Penting: Jangan Hanya Mengejar Bunga
Ini bagian yang menurut saya cukup penting.
Kalau kita melihat bunga 8%, memang kelihatan menarik.
Tapi jangan sampai semua uang yang kita punya langsung dimasukkan ke deposito hanya karena melihat angka tersebut.
Saya pribadi lebih suka membaginya berdasarkan kebutuhan.
Uang untuk kebutuhan sehari-hari → tabungan.
Uang yang mungkin diperlukan dalam waktu dekat → tempatkan di instrumen yang lebih fleksibel.
Uang yang memang belum diperlukan → baru pertimbangkan deposito.
Dengan cara seperti ini, deposito menjadi alat untuk membantu mengatur uang, bukan malah membuat kita kesulitan ketika membutuhkan dana.
Bagaimana dengan Keamanan?
Krom Bank menyatakan bahwa mereka berizin dan diawasi OJK dan Bank Indonesia serta merupakan peserta penjaminan LPS. Krom juga menyebutkan batas maksimum simpanan yang dijamin LPS sebesar Rp2 miliar per nasabah, dengan ketentuan penjaminan LPS yang berlaku.
Namun ada satu hal yang tetap perlu diperhatikan:
Jangan hanya melihat bunga yang tinggi.
Untuk deposito, selalu cek apakah tingkat bunga dan produk yang dipilih memenuhi ketentuan penjaminan LPS yang berlaku pada saat kita menempatkan dana.
Menurut saya ini sama pentingnya dengan melihat berapa persen bunganya.
Kesimpulan Saya Setelah Mencoba Krom
Kalau saya harus menyimpulkan Krom dalam satu kalimat:
Krom menarik untuk orang yang ingin memisahkan uang sekaligus membuat sebagian dana yang belum digunakan tetap produktif.
Saya paling tertarik pada bagian deposito dan Kantong.
Deposito cocok untuk uang yang memang tidak akan digunakan dalam periode tertentu, sedangkan Kantong menurut saya lebih cocok untuk mengatur berbagai tujuan keuangan sehari-hari.
Bunganya juga cukup menarik, terutama kalau dibandingkan dengan bunga tabungan konvensional yang biasanya jauh lebih kecil.
Tetapi sekali lagi, jangan hanya mengejar angka 8%.
Yang paling penting adalah menyesuaikan nominal dan tenor dengan kebutuhan kita sendiri.
Kalau uangnya memang belum akan dipakai, daripada hanya mengendap, kenapa tidak dibuat bekerja?
Buat yang Mau Coba Krom
Kalau setelah membaca pengalaman saya ini kamu penasaran dan ingin mencoba Krom, silakan daftar melalui aplikasi Krom.
Jangan lupa masukkan kode referral saya:
MELV5EMI
Dengan menggunakan kode tersebut, kamu bisa mengikuti program referral yang sedang berlaku dan berkesempatan mendapatkan bonus sesuai syarat dan ketentuan Krom.
Catatan: Promo dan besaran bonus dapat berubah. Pastikan membaca syarat dan ketentuan terbaru pada saat pendaftaran.


















