Thursday, September 17, 2026

Saya Coba Menabung Rp1 Juta di Bank Digital, Berapa Bunga yang Didapat?

 Saya penasaran, sebenarnya Rp1 juta yang hanya disimpan di bank digital bisa menghasilkan berapa rupiah? Saya coba hitung dengan beberapa pilihan bunga yang sedang ditawarkan, dan ternyata hasilnya tidak sebesar yang saya bayangkan.



Saya mulai dari Rp1 juta

Kalau mendengar bank digital menawarkan bunga 3%, 3,25%, bahkan 6% per tahun, saya sempat berpikir:

“Kalau saya punya Rp1 juta, berarti dapat berapa?”

Pertanyaannya sederhana.

Tapi setelah saya hitung, ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Karena bunga 6% per tahun bukan berarti Rp1 juta langsung menghasilkan Rp60 ribu setiap bulan.

Angka 6% tersebut adalah per tahun (p.a.).

Jadi, kalau uang Rp1 juta disimpan selama satu tahun penuh dan suku bunganya tetap, perhitungannya kira-kira:

Rp1.000.000 × 6% = Rp60.000 per tahun.

Lumayan?

Bisa iya.

Tetapi saya juga perlu melihat berapa bunga setelah pajak, apakah bunganya benar-benar berlaku untuk seluruh saldo, dan apakah uang tersebut bisa saya tarik kapan saja.

Dari sinilah saya mulai membandingkan beberapa bank digital.

1. Krom Bank — Rp1 Juta Bisa Menghasilkan Berapa?

Salah satu yang langsung menarik perhatian saya adalah Krom Bank.

Saat saya cek informasi resminya, Krom mencantumkan bunga 6% p.a. untuk Tabungan Utama, sedangkan Kantong Tabungan dapat memberikan bunga hingga 6,25% p.a. dalam mode tertentu. Untuk deposito, Krom mencantumkan bunga hingga 8% p.a.

Kalau saya hanya menghitung contoh Rp1 juta dengan bunga 6% p.a., hasil sederhananya:

Rp1.000.000 × 6% = Rp60.000 per tahun.

Kalau dibagi rata 12 bulan:

sekitar Rp5.000 per bulan.

Tentu ini hanya simulasi sederhana. Perhitungan bunga bank dapat menggunakan saldo harian dan ketentuan produk masing-masing.

Krom sendiri menjelaskan bahwa bunga tabungan dihitung berdasarkan saldo akhir hari sebelumnya dan diakumulasikan untuk dibayarkan setiap tanggal tertentu.

Bagaimana kalau bunganya 6,25%?

Rp1.000.000 × 6,25% = Rp62.500 per tahun.

Kalau dibagi rata:

sekitar Rp5.208 per bulan.

Jadi ternyata selisih antara bunga 6% dan 6,25% untuk saldo Rp1 juta tidak terlalu besar.

Ini yang menurut saya menarik.

Semakin kecil saldo, semakin kecil pula nominal rupiah yang dihasilkan dari selisih bunga.

Ada referral Krom juga, Kode referral : MELV5EMI

Nah, kalau memang baru mau mencoba Krom, ada hal lain yang bisa diperhatikan yaitu program Ajak Teman.

Informasi resmi Krom menyebutkan bahwa pengguna baru yang menggunakan kode referral dan memenuhi syarat tertentu bisa memperoleh bonus hingga Rp150.000, sementara pengajak juga dapat memperoleh bonus hingga Rp150.000 per teman yang memenuhi ketentuan.

Syarat yang tercantum antara lain pengisian saldo minimum Rp300.000 untuk bonus Rp50.000 atau Rp2 juta untuk bonus Rp150.000, kemudian saldo perlu dipertahankan sesuai ketentuan program.

2. SeaBank — Kalau Rp1 Juta Disimpan, Dapat Berapa?

Pilihan berikutnya adalah SeaBank.

Di halaman produk tabungan resminya, SeaBank saat ini mencantumkan bunga tabungan 3,5% p.a. dan menyebut bunga dihitung serta dibayarkan setiap hari. SeaBank juga menyatakan tidak ada saldo minimum dan dana dapat ditarik kapan saja.

Sekarang kita hitung sederhana.

Rp1.000.000 × 3,5%

= Rp35.000 per tahun.

Kalau sekadar dibagi 12 bulan:

sekitar Rp2.917 per bulan.

Jadi kalau saya menyimpan Rp1 juta selama satu tahun dengan asumsi bunga tetap 3,5%, nominal bunganya sekitar Rp35 ribu secara bruto.

Ini memang lebih kecil daripada simulasi bunga 6%.

Tetapi kembali lagi:

Saya tidak hanya melihat angka bunganya.

Kalau uang tersebut adalah uang yang mungkin saya gunakan sewaktu-waktu, fleksibilitas juga menjadi pertimbangan.

Bagaimana dengan referral SeaBank?

Kalau SeaBank sedang memiliki program referral/promo yang aktif, bagian referral sebaiknya dicantumkan sesuai syarat dan periode promo yang sedang berlaku.

Kode Referral Sea Bank : L3UUB5

3. Bank Jago — Bunganya Bukan yang Saya Lihat Pertama

Kemudian saya mencoba melihat Bank Jago.

Yang menarik dari Jago menurut saya bukan hanya soal bunga, tetapi cara uang bisa dipisahkan berdasarkan tujuan melalui Kantong.

Informasi resmi Jago mencantumkan Kantong Nabung dengan bunga 3,25% p.a. dan dana dapat ditarik kapan saja. Jago juga menyediakan fitur target dan autosave.

Kalau saya masukkan Rp1 juta:

Rp1.000.000 × 3,25% = Rp32.500 per tahun.

Atau sekitar:

Rp2.708 per bulan jika sekadar dibagi rata.

Tapi justru di sini saya merasa ada pelajaran menarik.

Misalnya saya punya Rp1 juta.

Daripada semuanya bercampur di rekening utama, saya bisa membaginya:

Rp500.000 → Dana Darurat

Rp300.000 → Liburan

Rp200.000 → Kebutuhan lain

Nominalnya tetap Rp1 juta.

Tetapi secara pengelolaan, saya menjadi lebih tahu uang tersebut sebenarnya untuk apa.

Ada referral Bank Jago juga

Untuk pembaca yang tertarik mencoba Jago, saya juga bisa menyisipkan kode referral pribadi:

Kode Referral Bank Jago: MEL1F18E


4. Bank Saqu — Rp1 Juta Ditaruh di Saku Nabung

Pilihan berikutnya adalah Bank Saqu.

Bank Saqu memiliki fitur Saku Nabung, yang menurut informasi resminya memberikan bunga 3% p.a., tanpa minimum dana, dan dana dapat dipindahkan kapan saja. Pengguna juga dapat membuat hingga 20 saku untuk berbagai kebutuhan.

Kalau saya masukkan Rp1 juta:

Rp1.000.000 × 3% = Rp30.000 per tahun.

Atau sekitar:

Rp2.500 per bulan.

Sekali lagi, angka tersebut merupakan simulasi sederhana berdasarkan bunga tahunan dan belum memasukkan perubahan rate atau mekanisme perhitungan harian produk.

Yang menarik buat saya justru konsepnya.

Saya bisa membuat:

Saku Dana Darurat
Saku Liburan
Saku Belanja
Saku Pendidikan

Bahkan Bank Saqu menyediakan fitur target dan nabung terjadwal untuk membantu mencapai target tertentu.

Jadi, Rp1 Juta Menghasilkan Berapa?

Saya coba sederhanakan dalam tabel.

Bank/ProdukContoh bunga p.a.Simulasi bunga Rp1 juta/tahun*
Krom Tabungan6%± Rp60.000
Krom Kantong tertentu6,25%± Rp62.500
SeaBank Tabungan3,5%± Rp35.000
Bank Jago Kantong Nabung3,25%± Rp32.500
Bank Saqu Saku Nabung3%± Rp30.000

*Simulasi sederhana dengan asumsi Rp1 juta tetap tersimpan selama satu tahun dan suku bunga tidak berubah. Belum memperhitungkan mekanisme perhitungan bunga masing-masing produk dan pajak yang berlaku.

Dari tabel ini saya mulai melihat sesuatu.

Selisih bunganya ternyata tidak terlalu terasa kalau uang yang disimpan baru Rp1 juta.

Misalnya antara bunga 3% dan 6%.

Selisihnya:

3% × Rp1 juta = Rp30.000 per tahun.

Artinya, mengejar selisih bunga 3% pada saldo Rp1 juta hanya menghasilkan selisih sekitar Rp30 ribu setahun, dengan asumsi rate tetap.

Tapi Ada Satu Hal Penting: Pajak Bunga

Ini bagian yang menurut saya sering terlupakan ketika kita melihat iklan:

“Bunga 6% p.a.”

Angka tersebut adalah bunga bruto, bukan otomatis uang bersih yang masuk ke rekening.

Menurut Direktorat Jenderal Pajak, bunga deposito dan tabungan pada prinsipnya dikenakan PPh final 20% dari jumlah bruto, dengan pengecualian tertentu, termasuk apabila jumlah deposito/tabungan dan SBI tidak melebihi Rp7,5 juta dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah.

Jadi, untuk ilustrasi sederhana, apabila bunga Rp1 juta pada produk tertentu terkena PPh 20%:

Bunga bruto Rp60.000

dikurangi

Pajak Rp12.000

maka:

Bunga bersih sekitar Rp48.000.

Tetapi untuk saldo Rp1 juta yang memenuhi ketentuan pengecualian pajak tersebut, perlakuannya dapat berbeda.

Jadi saya tidak akan mengatakan:

“Bunga 6% berarti pasti dapat Rp48 ribu.”

Karena pajak dan mekanisme produk perlu dilihat berdasarkan kondisi sebenarnya.

Kalau Begitu, Lebih Baik Mana?

Nah, ini pertanyaan yang awalnya juga ada di kepala saya.

Tapi setelah saya hitung, saya justru mengubah pertanyaannya.

Bukan:

“Bank mana yang bunganya paling tinggi?”

Melainkan:

“Uang Rp1 juta ini akan saya gunakan untuk apa?”

Kalau uang tersebut merupakan uang yang sering digunakan, saya lebih memperhatikan akses dan kemudahan transaksi.

Kalau uang tersebut merupakan tabungan berdasarkan target, fitur seperti Kantong atau Saku menjadi menarik.

Kalau uang tersebut memang belum akan digunakan dan saya ingin memperoleh bunga lebih tinggi, saya bisa mempertimbangkan deposito.

Jadi bunga memang penting.

Tetapi bukan satu-satunya faktor.

Saya Juga Mulai Berpikir: Bagaimana Kalau Rp1 Juta Ditambah Terus?

Ini justru bagian yang menurut saya paling menarik.

Misalnya saya tidak hanya menaruh Rp1 juta lalu membiarkannya.

Saya mulai dengan:

Rp1.000.000

Kemudian setiap bulan saya tambahkan:

Rp500.000

Setelah satu tahun, setoran pokok saya sudah menjadi:

Rp7.000.000

Nah, pada titik ini bunga mulai terasa lebih menarik karena saldo yang menghasilkan bunga juga semakin besar.

Jadi sebenarnya:

Bukan hanya soal mencari bank dengan bunga tinggi.

Tetapi juga tentang:

berapa banyak uang yang berhasil kita simpan secara konsisten.

Bunga adalah tambahan.

Kebiasaan menabung tetap menjadi bagian yang paling menentukan pertumbuhan saldo.

Ada Satu Hal Lagi yang Jangan Dilupakan: LPS

Saya pribadi tidak ingin hanya melihat tulisan “bunga tinggi” ketika memilih tempat menyimpan uang.

Saya juga ingin tahu bagaimana dengan penjaminan simpanannya.

Khusus untuk bank peserta LPS, ada ketentuan mengenai batas nominal dan tingkat bunga penjaminan. Karena tingkat bunga penjaminan dapat berubah, pembaca sebaiknya mengecek ketentuan LPS yang berlaku pada saat membuka rekening atau deposito.

Untuk Krom sendiri, misalnya, bank menyatakan berizin dan diawasi OJK dan BI serta merupakan peserta penjaminan LPS. Krom juga menyebutkan bahwa LPS menjamin simpanan hingga batas yang berlaku, sementara simpanan dengan bunga di atas tingkat bunga penjaminan LPS tidak dijamin.

Jadi sebelum tergoda angka bunga tinggi, saya akan melihat:

Bunganya berapa?

Tenornya berapa lama?

Bisa ditarik kapan saja?

Ada pajaknya?

Ada biaya?

Dan bagaimana ketentuan penjaminannya?

Kesimpulan: Ternyata Rp1 Juta Tidak Akan Langsung Jadi Banyak

Setelah saya coba hitung, ternyata menyimpan Rp1 juta di bank digital tidak akan membuat saya mendapatkan ratusan ribu rupiah dalam waktu singkat.

Dengan bunga sekitar 3–6% per tahun, secara sederhana bunga dari Rp1 juta berada di kisaran Rp30 ribu–Rp60 ribu per tahun sebelum memperhitungkan pajak dan perubahan suku bunga.

Awalnya mungkin terlihat kecil.

Tapi menurut saya justru di situlah pelajarannya.

Kalau saya hanya melihat:

“Rp30 ribu setahun? Kecil banget.”

saya mungkin akan mengabaikannya.

Tetapi kalau saya mulai:

Rp1 juta → Rp2 juta → Rp5 juta → Rp10 juta

dan terus menambahkan uang secara rutin, maka nominal bunga juga ikut berkembang.

Jadi sekarang saya tidak lagi hanya bertanya:

“Bank mana yang memberikan bunga paling tinggi?”

Saya lebih suka bertanya:

“Bagaimana caranya supaya uang saya terus bertambah, sementara saya tetap bisa menggunakannya sesuai kebutuhan?”

Karena pada akhirnya, bank digital hanyalah tempat menyimpan dan mengelola uang. Yang paling menentukan tetap bagaimana kita mengatur uang tersebut.

🎁 Bonus: Kalau Mau Coba Bank Digital, Jangan Lupa Cek Referral

Satu hal yang sekarang juga saya perhatikan ketika membuka rekening digital baru adalah program referral.

Bukan berarti saya membuka rekening hanya karena bonus.

Tetapi kalau memang saya sudah berniat mencoba sebuah aplikasi dan kebetulan ada bonus referral, menurut saya sayang kalau dilewatkan.

Krom Bank

Krom saat ini memiliki program Ajak Teman. Informasi resminya menyebut bonus dapat mencapai Rp150.000 untuk pihak yang diajak maupun pengajak, dengan syarat saldo dan periode tertentu.

Kode referral: MELV5EMI

Bank Jago

Kode referral: MEL1F18E

Pastikan mengecek syarat dan promo yang tampil ketika melakukan pendaftaran.

SeaBank

Kode referral:  L3UUB5


No comments:

Post a Comment

Sebagai pembaca yang baik, koment yah. Makasih